Senin, 14 Desember 2015

Jogja Yang Bersahaja

Bukan untuk melebih-lebihkan satu daerah tapi memang dirasa judul ini begitu pas dibaca dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berlibur ke jogja dipilih karena istri yang konon belum pernah kesini dan kebetulan dapet promo tiket pesawat+hotel yang cukup murah meriah 500K/org untuk 4d3n, walaupun sebetulnya udah booking hotel dulu 2 malam di sahid rich dengan harga yang meriah juga. Minggu tanggal 8 bulan 11 tahun 2015 pukul 10.30 keberangkatan dari bandara CGK, naik taksi ke pool damri kayuringin dilanjutkan langsung ke bandara sampai jam 9 kurang.  Pas mau boarding dicegat oleh petugas karena pesawat delay sampai jam 14.30, waduhh nunggu d bandara 4 jam lumayan juga, huft untungnya dapet kompensasi voucher 300K/org cukuplah buat beli bakpia. Akhirnya tiba di bandara adisucipto dengan sehat dan selamat, langsung menuju hotel kirana di jalan prawirotaman. Hotelnya cukup nyaman dan ramah karena semua pegawai mayoritas udah sepuh dilengkapi dengan bentuk bangunan dan arsitektur khas jawa menambah kehangatan hotel ini. Hari sudah menjelang maghrib dan perut pun terasa sangat lapar, setelah mandi dan solat maghrib langsung bergegas dengan vario sewaan. Pilihan tempat makan tertuju ke raminten di daerah kotabaru, tempat makan yang pas di dompet dengan porsi yang sangat mengenyangkan. Setelah makan mampir ke malioboro cari baju di OVJ (oblong Van Java) buat putri anna yang sengaja buat langsung dipake.


Senin pagi saatnya berpetualang di Jogja, alhamdulillah dapet mobil rental dari rekomendasi kolega istri dengan harga yang miring dan kualitas mobilnya oke punya, pelayanan yang sangat memuaskan. Jam setengah 10 berangkat dari hotel menuju candi termasyhur se Indonesia. Sampai borobudur dengan cuaca yang cukup panas, banyak penjual yang menawarkan sewa payung, topi lebar, kacamata, juga minuman ringan, dan akhirnya terbujuk membeli 3 topi lebar seharga 75K. Puas jeprat-jepret di candi brorobudur, yang agak sedikit melelahkan dan menyebalkan rute keluar yang berbelak-belok melalui pasar-pasar kaget sampai ke parkiran mobil membuat nafas tersedu-sedu karena gendong putri anna yang berbobot. Setelah dari candi, menuju restoran plataran borobudur yang juga harus berputar-putar di dalam dusun karena penunjuk arah yang kurang jelas atau memang sang pengemudi yang kurang bisa baca penunjuk jalan hehe. Setibanya di restoran terbayarkan semua lelah, gundah dan gelisah dengan panorama yang ndesa dan sajian makanan yang ajiebb. Makanan pembuka disajikan keripik talas dan lumpia isi terong yang maknyuss, lanjut makanan inti bebek goreng dengan penutup es kelapa. Perjalanan dari borobudur disambut dengan hujan deras, target sore sudah bisa sampai pantai parangtritis, alhamdulillah sampai pas azan maghrib cukup pas untuk berfoto dengan pemandangan sunset. Tiba di hotel kirana jam setengah 8 malam, istirahat sejenak, mandi dan packing untuk pindah ke sahid rich di jalan magelang.














Pagi hari 10 November 2015 bertepatan dengan peringatan hari pahlawan, menuju monumen jogja kembali (monjali) dekat dengan hotel sekalian menunggu kepastian driver yang bisa mengantar kami ke Pantai di Gunung Kidul. Masuk menuju diorama melihat replika peristiwa heroik pahlawan Jendral Sudirman dan presiden pertama Ir Soekarno di Jogja dikagetkan dengan teriakan merdeka oleh penjaga yang sudah sepuh. Dapat kabar engga ada driver yang bisa ngantar, akhirnya dengan membaca bismillah berangkat ke gunungkidul nyetir sendiri. Sebelum menuju gunung kidul mampir dulu ke taman pintar yang berada di dekat malioboro. Lalu Kurang lebih perjalanan 45 menit di daerah wonosari ada penunjuk arah lokasi wisata goa pindul yang cukup lagi ngetren, pas mau belok arah dicegat oleh dua bapak-bapak bermotor yang katanya pemandu jalan menuju lokasi dan merupakan fasilitas dari pengelola tanpa dipungut bayaran, hmm setengah percaya ga percaya ya ikut bapak itu, kirain deket ternyata perjalanan 30 km dipandu dengan motor dan hujan, diperjalanan mikir bener apa engga ini gratis. Akhirnya sampai di lokasi goa pindul, jadi memang di goa pindul ini ada 10 pengelola (per dusun) yang menawarkan paket wisata goa pindul plus paket rafting, harga paket bisa di nego, kami dapat 200K untuk 3 orang paket goa pindul dan rafting. Dan ternyata benar bapak pemandu jalan itu pamit tanpa meminta bayaran, mungkin dapat fee dari pihak pengelola ya, tapi rasa kurang enak ya kami kasih aja buat bensin dan minum hehe. Menyusuri goa pindul dengan mamah guru yang sedang berisi khalfa dan putri anna dipangku pangeran hehe pengalaman yang cukup menyenangkan. Tidak kerasa sudah jam tiga untuk bergegas ke pantai indrayanti atau juga dikenal pantai pulang sawal, jalan yang berkelak-kelok dan cukup sempit dari goa pindul ke pantai butuh ekstra hati-hati bawa mobil rentalan hehe. Alhamdulillah sampai pantai cuaca cerah dengan pemandangan yang menawan hati. Di kawasan pantai gunung kidul memang cukup banyak lokasi wisata mulai dari baron, kukup, krakal, dan indrayanti. Pulang dari pantai sudah gelap dan hp sebagai satu-satunya penunjuk jalan juga mati, syukurnya bisa kembali kota jogja dengan selamat dan mampir ke RM Pondok Cabe untuk membeli oleh-oleh bakpia kencana, rasa yang nikmat dan adonan yang lembut bsa menjadi rekomendasi oleh-oleh khas jogja. Sebelum sampai ke hotel mampir ke Kalimilk jalan Kaliurang buat ganjel perut di malam hari.















Rabu hari terakhir di jogja, paginya menyempatkan diri ke kaliurang dan mampir ke mirota batik kaliurang untuk membeli cinderamata sebelum siang harinya lepas landas., tak terasa wisata di jogja yang bersahaja dengan pantai parangtritis yang sungguh romantis, candi borobudur yang masyhur, dan pantai indrayanti yang menawan hati.

Rabu, 18 November 2015

Kesederhanaan Sebuah Konsistensi

Entah terkena angin sepoi bercampur asap knalpot ketika berkendara motor di pagi hari atau sehabis minum obat penghilang sakit gigi jadi ingin menulis tema judul ini. Dalam suatu hadis dikisahkan bahwa Nabi Muhammad terkagum akan sosok seseorang yang masih hidup di dunia tetapi suara langkah sandalnya telah terdengar di surga. Nabi bertanya kepada sahabat tersebut, suatu perbuatan istimewa apa yang bisa mendapatkan derajat luar biasa seperti itu. Sahabat itu menjawab saya hanya membiasakan diri untuk bersuci diri (wudlu) dan dilanjutkan dengan solat sunah dua rokaat. Setiap orang pada dasarnya ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, konteks baik disini sangat luas dan tergantung motivasi pibadi masing-masing, mungkin bisa arti sikap dan perilaku, ekonomi, kesehatan, agama, dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan hidup baiknya kebanyakan orang sudah mampu mengetahui langkah-langkah atau caranya  Namun yang sering terjadi, termasuk pada diri saya sendiri adalah untuk memulai dan mengajegkan langkah tersebut. Sebuah konsistensi yang menurut saya sama dengan istilah istiqomah tidak harus selalu dengan perbuatan yang luar biasa serta membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar. Contoh Bilal bin Robbah sahabat yang diceritakan di awal adalah teladan yang patut jadi sandaran. Cukup dengan selalu keadaan bersuci dan solat dua rokaat mampu menjaminkan dirinya di surga. Tidak dengan rutin beramal solat 50 rokaat dalam sehari semalam, ataupun sodaqoh berjuta-juta rupiah, hanya dengan yang kita miliki dan mampu saat ini saja yang kita lakukan.  Jika ditanya metode diet apa yang paling berhasil, saya akan menjawab yang penting konsisten, seperti itu aja sederhana. Karena termotivasi tinggi mempunyai tubuh bak model, seseorang bangun jam 4 pagi langsung ambil sepatu olahraga dan berlari di sekitar komplek rumah, hanya minum teh tanpa gula di pagi hari sampai waktunya makan siang hanya dengan melahap sayur saja, sehabis pulang bekerja datang ke tempat gym untuk latihan beban dan minum jus buah sebelum tidur. Tidak lebih dari seminggu saya mengukur diri sendiri mungkin bisa bertahan dengan pola seperti itu, setelah itu yang terjadi adalah balas dendam dengan makanan-makanan idola dan lingkar perut pun semakin maksimal. Berambisi bisa mengkhatamkan alquran tiga hari sekali di luar bulan romadlon, tentunya dengan membaca 10 juz tiap hari mungkin bisa saja, tapi belum sampai ke hari kedua telah berhenti di hari pertama.Mengawali sebuah aktivitas yang konsisten memang sangat sulit, oleh sebab itu mulailah dengan hal yang kecil. Jika ingin hafal quran tak perlu target hafal satu juz tiap hari, buatlah satu ayat saja hafal dalam satu hari. Selanjutnya mulailah dengan segera, yaitu hari ini juga tidak perlu menunggu besok atau meminjam istilah tunggu waktu yang tepat atau momen yang pas.Jika ingin badan ideal mulailah dengan saat ini tidak minum minuman yang manis dan olahraga seminggu sekali, tidak perlu dengan datang ke celebrity fitness untuk mencari brosur apalagi langsung menjadi member.Memulai suatu perubahan memang harus sedikit atau memang benar-benar harus “dipaksa” yang menjadi sebuah beban atau kewajiban bagi kita. Contoh pegawai yang harus masuk kerja tepat setengah delapan pagi, telat 10 menit gaji akan dipotong proporsional atau bahkan mungkin sampai pemecatan tergantung sebesar berapa sering frekuensinya. Tahap berikutnya dari proses perubahan akan menjadi sebuah hobi atau kegemaran. Contoh seseorang yang hobi sepakbola, kendati panas atau hujan mengguyur tetap akan berlari sambil mengolah bola di tengah lapangan menikmati permainannya. Yang terakhir dari fase perubahan adalah menjadi nafas hidup, contoh ada segolongan orang yang jika tidak minum kopi di pagi hari akan merasa pusing sepanjang harinya dan tidak bisa beraktifitas secara normal. Contoh lain seorang pegawai yang terbiasa solat dhuha sebelum bekerja akan merasa kurang produktif kalau tidak atau belum mengamalkan ibadah tersebut dalam harinya. Tidak ada yang menghalangi atau membatasi diri seseorang untuk berubah dan maju melainkan dirinya sendiri lah sumber penghalang tersebut.