Bukan untuk melebih-lebihkan satu daerah tapi memang dirasa
judul ini begitu pas dibaca dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berlibur ke
jogja dipilih karena istri yang konon belum pernah kesini dan kebetulan dapet
promo tiket pesawat+hotel yang cukup murah meriah 500K/org untuk 4d3n, walaupun
sebetulnya udah booking hotel dulu 2 malam di sahid rich dengan harga yang
meriah juga. Minggu tanggal 8 bulan 11 tahun 2015 pukul 10.30 keberangkatan
dari bandara CGK, naik taksi ke pool damri kayuringin dilanjutkan langsung ke
bandara sampai jam 9 kurang. Pas mau
boarding dicegat oleh petugas karena pesawat delay sampai jam 14.30, waduhh
nunggu d bandara 4 jam lumayan juga, huft untungnya dapet kompensasi voucher
300K/org cukuplah buat beli bakpia. Akhirnya tiba di bandara adisucipto dengan
sehat dan selamat, langsung menuju hotel kirana di jalan prawirotaman. Hotelnya
cukup nyaman dan ramah karena semua pegawai mayoritas udah sepuh dilengkapi
dengan bentuk bangunan dan arsitektur khas jawa menambah kehangatan hotel ini. Hari
sudah menjelang maghrib dan perut pun terasa sangat lapar, setelah mandi dan
solat maghrib langsung bergegas dengan vario sewaan. Pilihan tempat makan
tertuju ke raminten di daerah kotabaru, tempat makan yang pas di dompet dengan
porsi yang sangat mengenyangkan. Setelah makan mampir ke malioboro cari baju di
OVJ (oblong Van Java) buat putri anna yang sengaja buat langsung dipake.
Senin pagi saatnya berpetualang di Jogja, alhamdulillah
dapet mobil rental dari rekomendasi kolega istri dengan harga yang miring dan
kualitas mobilnya oke punya, pelayanan yang sangat memuaskan. Jam setengah 10
berangkat dari hotel menuju candi termasyhur se Indonesia. Sampai borobudur
dengan cuaca yang cukup panas, banyak penjual yang menawarkan sewa payung, topi
lebar, kacamata, juga minuman ringan, dan akhirnya terbujuk membeli 3 topi
lebar seharga 75K. Puas jeprat-jepret di candi brorobudur, yang agak sedikit
melelahkan dan menyebalkan rute keluar yang berbelak-belok melalui pasar-pasar
kaget sampai ke parkiran mobil membuat nafas tersedu-sedu karena gendong putri
anna yang berbobot. Setelah dari candi, menuju restoran plataran borobudur yang
juga harus berputar-putar di dalam dusun karena penunjuk arah yang kurang jelas
atau memang sang pengemudi yang kurang bisa baca penunjuk jalan hehe. Setibanya
di restoran terbayarkan semua lelah, gundah dan gelisah dengan panorama yang
ndesa dan sajian makanan yang ajiebb. Makanan pembuka disajikan keripik talas
dan lumpia isi terong yang maknyuss, lanjut makanan inti bebek goreng dengan
penutup es kelapa. Perjalanan dari borobudur disambut dengan hujan deras,
target sore sudah bisa sampai pantai parangtritis, alhamdulillah sampai pas
azan maghrib cukup pas untuk berfoto dengan pemandangan sunset. Tiba di hotel
kirana jam setengah 8 malam, istirahat sejenak, mandi dan packing untuk pindah
ke sahid rich di jalan magelang.
Pagi hari 10 November 2015 bertepatan dengan peringatan hari
pahlawan, menuju monumen jogja kembali (monjali) dekat dengan hotel sekalian
menunggu kepastian driver yang bisa mengantar kami ke Pantai di Gunung Kidul.
Masuk menuju diorama melihat replika peristiwa heroik pahlawan Jendral Sudirman
dan presiden pertama Ir Soekarno di Jogja dikagetkan dengan teriakan merdeka
oleh penjaga yang sudah sepuh. Dapat kabar engga ada driver yang bisa ngantar, akhirnya
dengan membaca bismillah berangkat ke gunungkidul nyetir sendiri. Sebelum
menuju gunung kidul mampir dulu ke taman pintar yang berada di dekat malioboro.
Lalu Kurang lebih perjalanan 45 menit di daerah wonosari ada penunjuk arah lokasi
wisata goa pindul yang cukup lagi ngetren, pas mau belok arah dicegat oleh dua
bapak-bapak bermotor yang katanya pemandu jalan menuju lokasi dan merupakan
fasilitas dari pengelola tanpa dipungut bayaran, hmm setengah percaya ga
percaya ya ikut bapak itu, kirain deket ternyata perjalanan 30 km dipandu
dengan motor dan hujan, diperjalanan mikir bener apa engga ini gratis. Akhirnya
sampai di lokasi goa pindul, jadi memang di goa pindul ini ada 10 pengelola (per
dusun) yang menawarkan paket wisata goa pindul plus paket rafting, harga paket
bisa di nego, kami dapat 200K untuk 3 orang paket goa pindul dan rafting. Dan
ternyata benar bapak pemandu jalan itu pamit tanpa meminta bayaran, mungkin
dapat fee dari pihak pengelola ya, tapi rasa kurang enak ya kami kasih aja buat
bensin dan minum hehe. Menyusuri goa pindul dengan mamah guru yang sedang
berisi khalfa dan putri anna dipangku pangeran hehe pengalaman yang cukup
menyenangkan. Tidak kerasa sudah jam tiga untuk bergegas ke pantai indrayanti
atau juga dikenal pantai pulang sawal, jalan yang berkelak-kelok dan cukup
sempit dari goa pindul ke pantai butuh ekstra hati-hati bawa mobil rentalan
hehe. Alhamdulillah sampai pantai cuaca cerah dengan pemandangan yang menawan
hati. Di kawasan pantai gunung kidul memang cukup banyak lokasi wisata mulai
dari baron, kukup, krakal, dan indrayanti. Pulang dari pantai sudah gelap dan
hp sebagai satu-satunya penunjuk jalan juga mati, syukurnya bisa kembali kota
jogja dengan selamat dan mampir ke RM Pondok Cabe untuk membeli oleh-oleh
bakpia kencana, rasa yang nikmat dan adonan yang lembut bsa menjadi rekomendasi
oleh-oleh khas jogja. Sebelum sampai ke hotel mampir ke Kalimilk jalan
Kaliurang buat ganjel perut di malam hari.
Rabu hari terakhir di
jogja, paginya menyempatkan diri ke kaliurang dan mampir ke mirota batik
kaliurang untuk membeli cinderamata sebelum siang harinya lepas landas., tak
terasa wisata di jogja yang bersahaja dengan pantai parangtritis yang sungguh
romantis, candi borobudur yang masyhur, dan pantai indrayanti yang menawan hati.