Senin, 10 Oktober 2016

Hidup Baru (Hidup)



Tulisan ini dibuat engga lebih dan tidak kurang seminggu setelah si maming resign, loh berarti pas maming masih kerja saya jadi vampir gitu. Eitss tunggu dulu, judul itu mirip packing atau bungkusan, dibuka dulu bungkusnya baru deh tau barangnya. Sebenarnya sih nulis juga biar engga keliatan mandek2 banget blog ini, udah hampir setengah tahun ngga ada tambahan postingan engga produktif banget sih blogger satu ini hahaha. Tapi momennya pas banget emang, pertama yg bilang saya sebelumnya karena si maming resign dan seharian baca blog artis muda yang bagi saya cukup menginspirasi, langsung aja sejam sebelum bel pulang ngetik tulisan ini. Oke mulai bahasan ke topik judul ya, ketika menikah dengan maming desember 2010 kami memutuskan langsung ngontrak rumah baru, nah pas si kakamaru mau lahir desember 2011 kita pindah ke rumah org tua sampai sekarang detik saya mengetik ini. Kehidupan ketika ngontrak hanya berdua pas baru nikah itu engga mudah, ada aja yang dilihat masing-masing itu engga pas yang ujung2nya ya diem2an alhamdulillah sih engga pernah sampe ribut2 banting piring apalagi uang hehe. Hidup dengan orang tua dan adanya anak mulai agak jarang diem2annya ya sedikit terkontrol supaya keliatan baik di depan orang tua dan juga anak tentunya. Nah tahun 2016 ini si dede gaba lahir dan kami memutuskan untuk pindah ke rumah sendiri setelah maming resign. Insya Allah mulai beres2 dan rapih2in rumah yang udah 5 thn lebih dibeli tp belum pernah semalem pun diinepin. Perjalanan pernikahan lebih dari 5 thn juga insya Allah modal yang cukup buat kami hidup mandiri, ya alias masak dan nyuci sendiri hehe. Banyak impian saya nanti di rumah baru, punya hewan peliharaan, bisa solat malem berjamaah, punya perpustakaan dan lainnya. Semoga Allah memberikan kelancaran dan kebarokahan buat kami di rumah yang baru Aamiin.

Minggu, 08 Mei 2016

Mengemudi Dengan Hati-(hati)

Setelah berbulan-bulan lamanya judul ini dibuat dengan konsep pemikirannya, disebabkan dengan padatnya pekerjaan (terkesan sibuk ya) sampai akhirnya pun pindah gedung kantor tulisan paragraf pertama ini baru dimulai. Belum lama memang saya menggeluti dunia jalanan ibukota, tetapi setidaknya punya pendapat sendiri mengenai aktivitas berkendara dengan motor khususnya ketika berangkat dan pulang dari tempat berkarya. Memang perbandingan bikers dengan rockers (sebutan bagi pegawai petarung yang menggunakan transportasi sepur) di lingkungan saya berkarya relatif seimbang, para rockers punya cerita sendiri juga tentang serunya perjalanan mereka. Saya tidak ingin berargumen antara biker vs rockers mana yang lebih “baik”, jawabannya punya versi masing-masing dengan sudut pandang yang beragam. Baiklah kita mulai saja ulasan sesuai dengan judulnya. Perjalanan saya selama lebih dari 5 tahun menuju dan pulang dari kantor selalu menggunakan motor, tiap harinya paling tidak 2 jam saya duduk di atas motor, tentunya selama kurang lebih 2,400 jam atau bisa disetarakan 100 hari full non stop banyak cerita yang dilihat dan dialami selama bermotor tersebut. Dulu pernah saya dengar ada yang beropini kalau mau lihat karakter seseorang, lihatlah waktu dia bermain sepakbola karena bisa tampak watak dan emosi yang nyata dan “tulus”. Mungkin dengan analogi tersebut saya ingin juga beropini, kalau mau lihat watak seseorang lihatlah waktu dia mengemudi atau mengendarai kendaraan, karena emosi, tata krama mengenai perilaku benar-benar bisa tercermin saat itu, ada yang luar biasa toleransi dan ada juga yang sebaliknya terkesan sangat arogan pernah juga saya jumpai (saya bukan keduanya hehe).  Saya meyakini dengan bersangka baik, tentunya para bikers ingin cepat sampai ke tujuan, entah agar tidak telat jam kerja atau ingin segera berjumpa sanak dan kerabat atau keperluan yang sangat penting atau pun hal-hal lainnya. Motivasi itu semua harus kita apresiasi, dengan syarat juga menghormati hak para pengendara lain dan patuh pada hak para pengguna jalan serta patuh pada aturan berlalu lintas. Lampu merah ya jelas untuk tanda berhenti jangan bertaruh nyawa untuk menerabasnya, pergunakanlah klakson dengan bijak meskipun sedang terburu-buru, coba cek motor secara berkala seperti pengereman, tekanan angin ban, lampu dan sebagainya untuk keselamatan berkendara. Yang paling penting adalah berdoa sebelum berkendara agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan.