Tulisan ini dibuat engga lebih dan tidak kurang seminggu
setelah si maming resign, loh berarti pas maming masih kerja saya jadi vampir
gitu. Eitss tunggu dulu, judul itu mirip packing atau bungkusan, dibuka dulu
bungkusnya baru deh tau barangnya. Sebenarnya sih nulis juga biar engga
keliatan mandek2 banget blog ini, udah hampir setengah tahun ngga ada tambahan
postingan engga produktif banget sih blogger satu ini hahaha. Tapi momennya pas
banget emang, pertama yg bilang saya sebelumnya karena si maming resign dan
seharian baca blog artis muda yang bagi saya cukup menginspirasi, langsung aja
sejam sebelum bel pulang ngetik tulisan ini. Oke mulai bahasan ke topik judul
ya, ketika menikah dengan maming desember 2010 kami memutuskan langsung
ngontrak rumah baru, nah pas si kakamaru mau lahir desember 2011 kita pindah ke
rumah org tua sampai sekarang detik saya mengetik ini. Kehidupan ketika
ngontrak hanya berdua pas baru nikah itu engga mudah, ada aja yang dilihat
masing-masing itu engga pas yang ujung2nya ya diem2an alhamdulillah sih engga
pernah sampe ribut2 banting piring apalagi uang hehe. Hidup dengan orang tua
dan adanya anak mulai agak jarang diem2annya ya sedikit terkontrol supaya
keliatan baik di depan orang tua dan juga anak tentunya. Nah tahun 2016 ini si
dede gaba lahir dan kami memutuskan untuk pindah ke rumah sendiri setelah
maming resign. Insya Allah mulai beres2 dan rapih2in rumah yang udah 5 thn
lebih dibeli tp belum pernah semalem pun diinepin. Perjalanan pernikahan lebih
dari 5 thn juga insya Allah modal yang cukup buat kami hidup mandiri, ya alias
masak dan nyuci sendiri hehe. Banyak impian saya nanti di rumah baru, punya
hewan peliharaan, bisa solat malem berjamaah, punya perpustakaan dan lainnya.
Semoga Allah memberikan kelancaran dan kebarokahan buat kami di rumah yang baru
Aamiin.
Senin, 10 Oktober 2016
Minggu, 08 Mei 2016
Mengemudi Dengan Hati-(hati)
Setelah berbulan-bulan lamanya judul ini dibuat dengan
konsep pemikirannya, disebabkan dengan padatnya pekerjaan (terkesan sibuk ya)
sampai akhirnya pun pindah gedung kantor tulisan paragraf pertama ini baru
dimulai. Belum lama memang saya menggeluti dunia jalanan ibukota, tetapi
setidaknya punya pendapat sendiri mengenai aktivitas berkendara dengan motor
khususnya ketika berangkat dan pulang dari tempat berkarya. Memang perbandingan
bikers dengan rockers (sebutan bagi pegawai petarung yang menggunakan
transportasi sepur) di lingkungan saya berkarya relatif seimbang, para rockers
punya cerita sendiri juga tentang serunya perjalanan mereka. Saya tidak ingin
berargumen antara biker vs rockers mana yang lebih “baik”, jawabannya punya
versi masing-masing dengan sudut pandang yang beragam. Baiklah kita mulai saja
ulasan sesuai dengan judulnya. Perjalanan saya selama lebih dari 5 tahun menuju
dan pulang dari kantor selalu menggunakan motor, tiap harinya paling tidak 2 jam
saya duduk di atas motor, tentunya selama kurang lebih 2,400 jam atau bisa disetarakan
100 hari full non stop banyak cerita yang dilihat dan dialami selama bermotor
tersebut. Dulu pernah saya dengar ada yang beropini kalau mau lihat karakter
seseorang, lihatlah waktu dia bermain sepakbola karena bisa tampak watak dan
emosi yang nyata dan “tulus”. Mungkin dengan analogi tersebut saya ingin juga
beropini, kalau mau lihat watak seseorang lihatlah waktu dia mengemudi atau
mengendarai kendaraan, karena emosi, tata krama mengenai perilaku benar-benar
bisa tercermin saat itu, ada yang luar biasa toleransi dan ada juga yang
sebaliknya terkesan sangat arogan pernah juga saya jumpai (saya bukan keduanya
hehe). Saya meyakini dengan bersangka
baik, tentunya para bikers ingin cepat sampai ke tujuan, entah agar tidak telat
jam kerja atau ingin segera berjumpa sanak dan kerabat atau keperluan yang
sangat penting atau pun hal-hal lainnya. Motivasi itu semua harus kita
apresiasi, dengan syarat juga menghormati hak para pengendara lain dan patuh
pada hak para pengguna jalan serta patuh pada aturan berlalu lintas. Lampu
merah ya jelas untuk tanda berhenti jangan bertaruh nyawa untuk menerabasnya,
pergunakanlah klakson dengan bijak meskipun sedang terburu-buru, coba cek motor
secara berkala seperti pengereman, tekanan angin ban, lampu dan sebagainya
untuk keselamatan berkendara. Yang paling penting adalah berdoa sebelum
berkendara agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan.
Langganan:
Postingan (Atom)