Minggu, 08 Mei 2016

Mengemudi Dengan Hati-(hati)

Setelah berbulan-bulan lamanya judul ini dibuat dengan konsep pemikirannya, disebabkan dengan padatnya pekerjaan (terkesan sibuk ya) sampai akhirnya pun pindah gedung kantor tulisan paragraf pertama ini baru dimulai. Belum lama memang saya menggeluti dunia jalanan ibukota, tetapi setidaknya punya pendapat sendiri mengenai aktivitas berkendara dengan motor khususnya ketika berangkat dan pulang dari tempat berkarya. Memang perbandingan bikers dengan rockers (sebutan bagi pegawai petarung yang menggunakan transportasi sepur) di lingkungan saya berkarya relatif seimbang, para rockers punya cerita sendiri juga tentang serunya perjalanan mereka. Saya tidak ingin berargumen antara biker vs rockers mana yang lebih “baik”, jawabannya punya versi masing-masing dengan sudut pandang yang beragam. Baiklah kita mulai saja ulasan sesuai dengan judulnya. Perjalanan saya selama lebih dari 5 tahun menuju dan pulang dari kantor selalu menggunakan motor, tiap harinya paling tidak 2 jam saya duduk di atas motor, tentunya selama kurang lebih 2,400 jam atau bisa disetarakan 100 hari full non stop banyak cerita yang dilihat dan dialami selama bermotor tersebut. Dulu pernah saya dengar ada yang beropini kalau mau lihat karakter seseorang, lihatlah waktu dia bermain sepakbola karena bisa tampak watak dan emosi yang nyata dan “tulus”. Mungkin dengan analogi tersebut saya ingin juga beropini, kalau mau lihat watak seseorang lihatlah waktu dia mengemudi atau mengendarai kendaraan, karena emosi, tata krama mengenai perilaku benar-benar bisa tercermin saat itu, ada yang luar biasa toleransi dan ada juga yang sebaliknya terkesan sangat arogan pernah juga saya jumpai (saya bukan keduanya hehe).  Saya meyakini dengan bersangka baik, tentunya para bikers ingin cepat sampai ke tujuan, entah agar tidak telat jam kerja atau ingin segera berjumpa sanak dan kerabat atau keperluan yang sangat penting atau pun hal-hal lainnya. Motivasi itu semua harus kita apresiasi, dengan syarat juga menghormati hak para pengendara lain dan patuh pada hak para pengguna jalan serta patuh pada aturan berlalu lintas. Lampu merah ya jelas untuk tanda berhenti jangan bertaruh nyawa untuk menerabasnya, pergunakanlah klakson dengan bijak meskipun sedang terburu-buru, coba cek motor secara berkala seperti pengereman, tekanan angin ban, lampu dan sebagainya untuk keselamatan berkendara. Yang paling penting adalah berdoa sebelum berkendara agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar