Rabu, 18 November 2015

Kesederhanaan Sebuah Konsistensi

Entah terkena angin sepoi bercampur asap knalpot ketika berkendara motor di pagi hari atau sehabis minum obat penghilang sakit gigi jadi ingin menulis tema judul ini. Dalam suatu hadis dikisahkan bahwa Nabi Muhammad terkagum akan sosok seseorang yang masih hidup di dunia tetapi suara langkah sandalnya telah terdengar di surga. Nabi bertanya kepada sahabat tersebut, suatu perbuatan istimewa apa yang bisa mendapatkan derajat luar biasa seperti itu. Sahabat itu menjawab saya hanya membiasakan diri untuk bersuci diri (wudlu) dan dilanjutkan dengan solat sunah dua rokaat. Setiap orang pada dasarnya ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, konteks baik disini sangat luas dan tergantung motivasi pibadi masing-masing, mungkin bisa arti sikap dan perilaku, ekonomi, kesehatan, agama, dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan hidup baiknya kebanyakan orang sudah mampu mengetahui langkah-langkah atau caranya  Namun yang sering terjadi, termasuk pada diri saya sendiri adalah untuk memulai dan mengajegkan langkah tersebut. Sebuah konsistensi yang menurut saya sama dengan istilah istiqomah tidak harus selalu dengan perbuatan yang luar biasa serta membutuhkan biaya dan pengorbanan yang besar. Contoh Bilal bin Robbah sahabat yang diceritakan di awal adalah teladan yang patut jadi sandaran. Cukup dengan selalu keadaan bersuci dan solat dua rokaat mampu menjaminkan dirinya di surga. Tidak dengan rutin beramal solat 50 rokaat dalam sehari semalam, ataupun sodaqoh berjuta-juta rupiah, hanya dengan yang kita miliki dan mampu saat ini saja yang kita lakukan.  Jika ditanya metode diet apa yang paling berhasil, saya akan menjawab yang penting konsisten, seperti itu aja sederhana. Karena termotivasi tinggi mempunyai tubuh bak model, seseorang bangun jam 4 pagi langsung ambil sepatu olahraga dan berlari di sekitar komplek rumah, hanya minum teh tanpa gula di pagi hari sampai waktunya makan siang hanya dengan melahap sayur saja, sehabis pulang bekerja datang ke tempat gym untuk latihan beban dan minum jus buah sebelum tidur. Tidak lebih dari seminggu saya mengukur diri sendiri mungkin bisa bertahan dengan pola seperti itu, setelah itu yang terjadi adalah balas dendam dengan makanan-makanan idola dan lingkar perut pun semakin maksimal. Berambisi bisa mengkhatamkan alquran tiga hari sekali di luar bulan romadlon, tentunya dengan membaca 10 juz tiap hari mungkin bisa saja, tapi belum sampai ke hari kedua telah berhenti di hari pertama.Mengawali sebuah aktivitas yang konsisten memang sangat sulit, oleh sebab itu mulailah dengan hal yang kecil. Jika ingin hafal quran tak perlu target hafal satu juz tiap hari, buatlah satu ayat saja hafal dalam satu hari. Selanjutnya mulailah dengan segera, yaitu hari ini juga tidak perlu menunggu besok atau meminjam istilah tunggu waktu yang tepat atau momen yang pas.Jika ingin badan ideal mulailah dengan saat ini tidak minum minuman yang manis dan olahraga seminggu sekali, tidak perlu dengan datang ke celebrity fitness untuk mencari brosur apalagi langsung menjadi member.Memulai suatu perubahan memang harus sedikit atau memang benar-benar harus “dipaksa” yang menjadi sebuah beban atau kewajiban bagi kita. Contoh pegawai yang harus masuk kerja tepat setengah delapan pagi, telat 10 menit gaji akan dipotong proporsional atau bahkan mungkin sampai pemecatan tergantung sebesar berapa sering frekuensinya. Tahap berikutnya dari proses perubahan akan menjadi sebuah hobi atau kegemaran. Contoh seseorang yang hobi sepakbola, kendati panas atau hujan mengguyur tetap akan berlari sambil mengolah bola di tengah lapangan menikmati permainannya. Yang terakhir dari fase perubahan adalah menjadi nafas hidup, contoh ada segolongan orang yang jika tidak minum kopi di pagi hari akan merasa pusing sepanjang harinya dan tidak bisa beraktifitas secara normal. Contoh lain seorang pegawai yang terbiasa solat dhuha sebelum bekerja akan merasa kurang produktif kalau tidak atau belum mengamalkan ibadah tersebut dalam harinya. Tidak ada yang menghalangi atau membatasi diri seseorang untuk berubah dan maju melainkan dirinya sendiri lah sumber penghalang tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar