Setelah berbulan-bulan lamanya judul ini dibuat dengan
konsep pemikirannya, disebabkan dengan padatnya pekerjaan (terkesan sibuk ya)
sampai akhirnya pun pindah gedung kantor tulisan paragraf pertama ini baru
dimulai. Belum lama memang saya menggeluti dunia jalanan ibukota, tetapi
setidaknya punya pendapat sendiri mengenai aktivitas berkendara dengan motor
khususnya ketika berangkat dan pulang dari tempat berkarya. Memang perbandingan
bikers dengan rockers (sebutan bagi pegawai petarung yang menggunakan
transportasi sepur) di lingkungan saya berkarya relatif seimbang, para rockers
punya cerita sendiri juga tentang serunya perjalanan mereka. Saya tidak ingin
berargumen antara biker vs rockers mana yang lebih “baik”, jawabannya punya
versi masing-masing dengan sudut pandang yang beragam. Baiklah kita mulai saja
ulasan sesuai dengan judulnya. Perjalanan saya selama lebih dari 5 tahun menuju
dan pulang dari kantor selalu menggunakan motor, tiap harinya paling tidak 2 jam
saya duduk di atas motor, tentunya selama kurang lebih 2,400 jam atau bisa disetarakan
100 hari full non stop banyak cerita yang dilihat dan dialami selama bermotor
tersebut. Dulu pernah saya dengar ada yang beropini kalau mau lihat karakter
seseorang, lihatlah waktu dia bermain sepakbola karena bisa tampak watak dan
emosi yang nyata dan “tulus”. Mungkin dengan analogi tersebut saya ingin juga
beropini, kalau mau lihat watak seseorang lihatlah waktu dia mengemudi atau
mengendarai kendaraan, karena emosi, tata krama mengenai perilaku benar-benar
bisa tercermin saat itu, ada yang luar biasa toleransi dan ada juga yang
sebaliknya terkesan sangat arogan pernah juga saya jumpai (saya bukan keduanya
hehe). Saya meyakini dengan bersangka
baik, tentunya para bikers ingin cepat sampai ke tujuan, entah agar tidak telat
jam kerja atau ingin segera berjumpa sanak dan kerabat atau keperluan yang
sangat penting atau pun hal-hal lainnya. Motivasi itu semua harus kita
apresiasi, dengan syarat juga menghormati hak para pengendara lain dan patuh
pada hak para pengguna jalan serta patuh pada aturan berlalu lintas. Lampu
merah ya jelas untuk tanda berhenti jangan bertaruh nyawa untuk menerabasnya,
pergunakanlah klakson dengan bijak meskipun sedang terburu-buru, coba cek motor
secara berkala seperti pengereman, tekanan angin ban, lampu dan sebagainya
untuk keselamatan berkendara. Yang paling penting adalah berdoa sebelum
berkendara agar diberikan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan.
Minggu, 08 Mei 2016
Senin, 14 Desember 2015
Jogja Yang Bersahaja
Bukan untuk melebih-lebihkan satu daerah tapi memang dirasa
judul ini begitu pas dibaca dan sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berlibur ke
jogja dipilih karena istri yang konon belum pernah kesini dan kebetulan dapet
promo tiket pesawat+hotel yang cukup murah meriah 500K/org untuk 4d3n, walaupun
sebetulnya udah booking hotel dulu 2 malam di sahid rich dengan harga yang
meriah juga. Minggu tanggal 8 bulan 11 tahun 2015 pukul 10.30 keberangkatan
dari bandara CGK, naik taksi ke pool damri kayuringin dilanjutkan langsung ke
bandara sampai jam 9 kurang. Pas mau
boarding dicegat oleh petugas karena pesawat delay sampai jam 14.30, waduhh
nunggu d bandara 4 jam lumayan juga, huft untungnya dapet kompensasi voucher
300K/org cukuplah buat beli bakpia. Akhirnya tiba di bandara adisucipto dengan
sehat dan selamat, langsung menuju hotel kirana di jalan prawirotaman. Hotelnya
cukup nyaman dan ramah karena semua pegawai mayoritas udah sepuh dilengkapi
dengan bentuk bangunan dan arsitektur khas jawa menambah kehangatan hotel ini. Hari
sudah menjelang maghrib dan perut pun terasa sangat lapar, setelah mandi dan
solat maghrib langsung bergegas dengan vario sewaan. Pilihan tempat makan
tertuju ke raminten di daerah kotabaru, tempat makan yang pas di dompet dengan
porsi yang sangat mengenyangkan. Setelah makan mampir ke malioboro cari baju di
OVJ (oblong Van Java) buat putri anna yang sengaja buat langsung dipake.
Senin pagi saatnya berpetualang di Jogja, alhamdulillah
dapet mobil rental dari rekomendasi kolega istri dengan harga yang miring dan
kualitas mobilnya oke punya, pelayanan yang sangat memuaskan. Jam setengah 10
berangkat dari hotel menuju candi termasyhur se Indonesia. Sampai borobudur
dengan cuaca yang cukup panas, banyak penjual yang menawarkan sewa payung, topi
lebar, kacamata, juga minuman ringan, dan akhirnya terbujuk membeli 3 topi
lebar seharga 75K. Puas jeprat-jepret di candi brorobudur, yang agak sedikit
melelahkan dan menyebalkan rute keluar yang berbelak-belok melalui pasar-pasar
kaget sampai ke parkiran mobil membuat nafas tersedu-sedu karena gendong putri
anna yang berbobot. Setelah dari candi, menuju restoran plataran borobudur yang
juga harus berputar-putar di dalam dusun karena penunjuk arah yang kurang jelas
atau memang sang pengemudi yang kurang bisa baca penunjuk jalan hehe. Setibanya
di restoran terbayarkan semua lelah, gundah dan gelisah dengan panorama yang
ndesa dan sajian makanan yang ajiebb. Makanan pembuka disajikan keripik talas
dan lumpia isi terong yang maknyuss, lanjut makanan inti bebek goreng dengan
penutup es kelapa. Perjalanan dari borobudur disambut dengan hujan deras,
target sore sudah bisa sampai pantai parangtritis, alhamdulillah sampai pas
azan maghrib cukup pas untuk berfoto dengan pemandangan sunset. Tiba di hotel
kirana jam setengah 8 malam, istirahat sejenak, mandi dan packing untuk pindah
ke sahid rich di jalan magelang.
Pagi hari 10 November 2015 bertepatan dengan peringatan hari
pahlawan, menuju monumen jogja kembali (monjali) dekat dengan hotel sekalian
menunggu kepastian driver yang bisa mengantar kami ke Pantai di Gunung Kidul.
Masuk menuju diorama melihat replika peristiwa heroik pahlawan Jendral Sudirman
dan presiden pertama Ir Soekarno di Jogja dikagetkan dengan teriakan merdeka
oleh penjaga yang sudah sepuh. Dapat kabar engga ada driver yang bisa ngantar, akhirnya
dengan membaca bismillah berangkat ke gunungkidul nyetir sendiri. Sebelum
menuju gunung kidul mampir dulu ke taman pintar yang berada di dekat malioboro.
Lalu Kurang lebih perjalanan 45 menit di daerah wonosari ada penunjuk arah lokasi
wisata goa pindul yang cukup lagi ngetren, pas mau belok arah dicegat oleh dua
bapak-bapak bermotor yang katanya pemandu jalan menuju lokasi dan merupakan
fasilitas dari pengelola tanpa dipungut bayaran, hmm setengah percaya ga
percaya ya ikut bapak itu, kirain deket ternyata perjalanan 30 km dipandu
dengan motor dan hujan, diperjalanan mikir bener apa engga ini gratis. Akhirnya
sampai di lokasi goa pindul, jadi memang di goa pindul ini ada 10 pengelola (per
dusun) yang menawarkan paket wisata goa pindul plus paket rafting, harga paket
bisa di nego, kami dapat 200K untuk 3 orang paket goa pindul dan rafting. Dan
ternyata benar bapak pemandu jalan itu pamit tanpa meminta bayaran, mungkin
dapat fee dari pihak pengelola ya, tapi rasa kurang enak ya kami kasih aja buat
bensin dan minum hehe. Menyusuri goa pindul dengan mamah guru yang sedang
berisi khalfa dan putri anna dipangku pangeran hehe pengalaman yang cukup
menyenangkan. Tidak kerasa sudah jam tiga untuk bergegas ke pantai indrayanti
atau juga dikenal pantai pulang sawal, jalan yang berkelak-kelok dan cukup
sempit dari goa pindul ke pantai butuh ekstra hati-hati bawa mobil rentalan
hehe. Alhamdulillah sampai pantai cuaca cerah dengan pemandangan yang menawan
hati. Di kawasan pantai gunung kidul memang cukup banyak lokasi wisata mulai
dari baron, kukup, krakal, dan indrayanti. Pulang dari pantai sudah gelap dan
hp sebagai satu-satunya penunjuk jalan juga mati, syukurnya bisa kembali kota
jogja dengan selamat dan mampir ke RM Pondok Cabe untuk membeli oleh-oleh
bakpia kencana, rasa yang nikmat dan adonan yang lembut bsa menjadi rekomendasi
oleh-oleh khas jogja. Sebelum sampai ke hotel mampir ke Kalimilk jalan
Kaliurang buat ganjel perut di malam hari.
Rabu hari terakhir di
jogja, paginya menyempatkan diri ke kaliurang dan mampir ke mirota batik
kaliurang untuk membeli cinderamata sebelum siang harinya lepas landas., tak
terasa wisata di jogja yang bersahaja dengan pantai parangtritis yang sungguh
romantis, candi borobudur yang masyhur, dan pantai indrayanti yang menawan hati.
Rabu, 18 November 2015
Kesederhanaan Sebuah Konsistensi
Entah terkena angin sepoi bercampur asap knalpot ketika
berkendara motor di pagi hari atau sehabis minum obat penghilang sakit gigi
jadi ingin menulis tema judul ini. Dalam suatu hadis dikisahkan bahwa Nabi
Muhammad terkagum akan sosok seseorang yang masih hidup di dunia tetapi suara
langkah sandalnya telah terdengar di surga. Nabi bertanya kepada sahabat
tersebut, suatu perbuatan istimewa apa yang bisa mendapatkan derajat luar biasa
seperti itu. Sahabat itu menjawab saya hanya membiasakan diri untuk bersuci
diri (wudlu) dan dilanjutkan dengan solat sunah dua rokaat. Setiap orang pada
dasarnya ingin mengubah hidupnya menjadi lebih baik, konteks baik disini sangat
luas dan tergantung motivasi pibadi masing-masing, mungkin bisa arti sikap dan
perilaku, ekonomi, kesehatan, agama, dan lain-lain. Untuk mencapai tujuan hidup
baiknya kebanyakan orang sudah mampu mengetahui langkah-langkah atau caranya Namun yang sering terjadi, termasuk pada diri
saya sendiri adalah untuk memulai dan mengajegkan langkah tersebut. Sebuah
konsistensi yang menurut saya sama dengan istilah istiqomah tidak harus selalu
dengan perbuatan yang luar biasa serta membutuhkan biaya dan pengorbanan yang
besar. Contoh Bilal bin Robbah sahabat yang diceritakan di awal adalah teladan
yang patut jadi sandaran. Cukup dengan selalu keadaan bersuci dan solat dua
rokaat mampu menjaminkan dirinya di surga. Tidak dengan rutin beramal solat 50
rokaat dalam sehari semalam, ataupun sodaqoh berjuta-juta rupiah, hanya dengan
yang kita miliki dan mampu saat ini saja yang kita lakukan. Jika ditanya metode diet apa yang paling
berhasil, saya akan menjawab yang penting konsisten, seperti itu aja sederhana.
Karena termotivasi tinggi mempunyai tubuh bak model, seseorang bangun jam 4
pagi langsung ambil sepatu olahraga dan berlari di sekitar komplek rumah, hanya
minum teh tanpa gula di pagi hari sampai waktunya makan siang hanya dengan
melahap sayur saja, sehabis pulang bekerja datang ke tempat gym untuk latihan
beban dan minum jus buah sebelum tidur. Tidak lebih dari seminggu saya mengukur
diri sendiri mungkin bisa bertahan dengan pola seperti itu, setelah itu yang
terjadi adalah balas dendam dengan makanan-makanan idola dan lingkar perut pun
semakin maksimal. Berambisi bisa mengkhatamkan alquran tiga hari sekali di luar
bulan romadlon, tentunya dengan membaca 10 juz tiap hari mungkin bisa saja,
tapi belum sampai ke hari kedua telah berhenti di hari pertama.Mengawali sebuah
aktivitas yang konsisten memang sangat sulit, oleh sebab itu mulailah dengan
hal yang kecil. Jika ingin hafal quran tak perlu target hafal satu juz tiap
hari, buatlah satu ayat saja hafal dalam satu hari. Selanjutnya mulailah dengan
segera, yaitu hari ini juga tidak perlu menunggu besok atau meminjam istilah
tunggu waktu yang tepat atau momen yang pas.Jika ingin badan ideal mulailah
dengan saat ini tidak minum minuman yang manis dan olahraga seminggu sekali,
tidak perlu dengan datang ke celebrity fitness untuk mencari brosur apalagi
langsung menjadi member.Memulai suatu perubahan memang harus sedikit atau
memang benar-benar harus “dipaksa” yang menjadi sebuah beban atau kewajiban
bagi kita. Contoh pegawai yang harus masuk kerja tepat setengah delapan pagi,
telat 10 menit gaji akan dipotong proporsional atau bahkan mungkin sampai
pemecatan tergantung sebesar berapa sering frekuensinya. Tahap berikutnya dari
proses perubahan akan menjadi sebuah hobi atau kegemaran. Contoh seseorang yang
hobi sepakbola, kendati panas atau hujan mengguyur tetap akan berlari sambil
mengolah bola di tengah lapangan menikmati permainannya. Yang terakhir dari
fase perubahan adalah menjadi nafas hidup, contoh ada segolongan orang yang jika
tidak minum kopi di pagi hari akan merasa pusing sepanjang harinya dan tidak
bisa beraktifitas secara normal. Contoh lain seorang pegawai yang terbiasa
solat dhuha sebelum bekerja akan merasa kurang produktif kalau tidak atau belum
mengamalkan ibadah tersebut dalam harinya. Tidak ada yang menghalangi atau
membatasi diri seseorang untuk berubah dan maju melainkan dirinya sendiri lah
sumber penghalang tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)